Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

~Refleksi~

Kita ini bagaikan refleksi dalam kaca

Tak tergapai, tak tercapai

Malah langsung pecah

Retak beribu bila tiba hujung waktu


Kita ini bagai bayang-bayang

Tak terkejar, tak tersentuh

Malah hampir tak terduga

Hilang tanpa cahaya


Tapi aku akur

Mungkin ini yang terbaik

Mungkin ini penghujungnya

Buat kita

:)

P/S: Kita adalah sejarah, kita adalah Past kepada Tense. :P


~ Saturday, August 15, 2009 2 comments

~Kompleks!~


Pada cinta,
Kalau malam ini kamu tanyakan,
Mana hati,
Maka aku jawab,
Tiada lagi,
Bukan disini.


Pada cinta,
Kata kamu,
Jangan pernah suka,
Tapi,
Bisakah kamu rungkaikan,
Bisakah kamu tahan,
Dari jatuh padanya.


Pada cinta,
Jangan pernah berjanji,
Kerna bukan kita,
Memberikan garis pada takdir ini,
Bukannya kita bisa menyekat,
Dari hadirnya disisi.


Kalau kamu tanyakan,
Pada hati ini,
Maka takkan kamu temui jawapan,
Mengapa?

Sebab hati ini sendiri keliru,
Dan ada sendu terus-terusan begini,
Cinta itu begitu kompleks!



"Cinta bagaikan irama hujan yang bawa datang pelangi,
Pada horizon petang ini.. Kadangkala muncul,
Kadang hilang tak berpenghujung..
Tapi tetap ada..
Pada putih asalnya pelangi
"


N/K:
Untuk yang pernah bertanya, bolehkah kamu berjanji untuk tidak jatuh cinta?

~ Sunday, June 28, 2009 0 comments

~Jalan Ini~


Jalan ini mungkin berliku,
Malah becak pada kanan dan kiri
tak memungkinkan aku melangkah
dengan lebih lagi.

Jalan ini mungkin bengkok,
Malah hampir hadapan tak kelihatan;
Samar,
Kelam,
Kelabu.

Mungkin kita bakalan jatuh,
Lalu tersadung
Lalu terperosok
Lalu terluka

Malah saat aku tersungkur,
Semacam mimpi
melihat hadirnya kau disisi,
Walau kau,aku tahu dihadapan
tiada apa yang pasti.

Entah bila kita begini,
Mungkin saat mata bertautan,
Mungkin saat kau genggam erat tangan ini,
Mungkin saat aku melihat senyum
serta senang dibibir kecil itu.

Tiada apa yang pasti,bukan?

Syud,Dengkil
10:59p.m, 6 Mei 2009

(Entah lebih samar dari segala apa yang pasti
Malah lebih kabur dari segala apa yang terang)


~ 0 comments

~Luruh~

Semacam mimpi yang berbicara,
Melihat ulas senyum
pada jatuhnya kering dedaun
dalam musim luruh.

Mungkin kita ini
hanya sebuah sejarah,

Malah kisah kita
satu dongengan cuma,

Langsung hilang
lepas tamat musim
penuh dingin.

Aku tak punya waktu
untuk saling menanti
kamu.

Malah aku tak punya tuju
untuk kembali
pada semalam.

~ 0 comments

~Sepertinya~

Sepertinya kita pernah bermain bawah pelangi senja,
Dalam rapuh,
Dalam kabut,
Malah kealpaan dan kelupaan kian dalam,
Kita kembali hidup.

Sepertinya kita pernah menginjak di langit,
Atas awan putih,

Atas pasir-pasir jernih,

Malah kisah kita bagaikan terlalu klasik,

Kisah awak dan saya,
Kisah kau dan aku.

Dan sepertinya,
Kamu cuba melupakan kisah semalam,
Waktu jatuh dan terluka,
Waktu bangkit dengan senyum suka,

Malah kamu lupa,
Kita pernah berlari pada dua penjuru
Yang sangat berbeza.

u too


~ 0 comments

~Terbang~

Tak pandai berlagu,
Santun nyanyi itu tiada nada,
Bagai dengung-dengung dari kibasan
sayap sang kunang-kunang.

Hanya desing yang sayup
perlahan menjamu telinga,
Hanya esak pada mata yang kuyu
bawaku terbang hilang segalanya.

Tak pandai berperi,
Itu bukan aku,
Makanya kata yang tersisip kemas,
Lontarnya takkan terkesan,
Pendamkan.

Biar hilang malam ini.
Kita pernah memeterai janji
untuk kasih sehingga ke akhirnya,
Tapi hidup bukanlah mimpi,
Dan realiti terlalu dangkal untuk menatapnya.

Seharusnya kita berhenti,
Penat yang larat itu takkan pernah sudah,
Hati yang berat takkan pernah endah,
Terusnya hanya terus yang meluka
kita padamkan
dari terus begini.

Seharusnya kita berhenti,
Namun mengapa
terlalu berat,

Sukar?

~Bibir ini akan berhenti berbicara saat tiba waktunya, kita matikan semua ceritera~


~ 0 comments

~Cinta Adalah Luka!~

Nota:

Ini pantun untuk menjelaskan sajak diatas;

Mencuit hati sampai ke perdu,
Rindu dijiwa diusap rasa,
Orang berhati dari dahulu,
Engkau buat sesedap rasa. ;P

Mood:
I) Malas..malas dan malas~(syud lapor..meggi vegi semangkuk xcukup mngenyangkan)
II) Mcm sweet~err..ros pink kat belakang tu mcm cantik..hehe..wat comforter cummil gak~ ;P
III)Ini puisi terakhir..hendak menyebokkan diri~ Take care everybody!

6:20 a.m, Jun 04, 2008, setelah lagu 'Take Your Sweet Time' berputar-putar ditelinga buat jutaan kalinya

~ 0 comments

~Amore~

Kredit:
Valium & Zinggof (Maaf,terusan mengguna tanpa bertanya)

~ 0 comments

~Kasih~


~ 0 comments

~Kanvas~

pelangi

S.A, 06/05/08, 10:48 p.m
Dari meja Jepun sambil menyanyi ‘Hanya Kau Yang Mampu'

~ 0 comments

~Bintang~


~ 0 comments

~Buta~

Disana,
Rasakah kepedihan itu?

Terlalu perit,
Dalam,
Terlalu serik,
Kelam.

Disini,
Teriak rasa bertebaran,
Pada sebuah kehilangan,
Pada sebuah perasaan.
Sedih.


~Butakah hati untuk menilai apa yang terbaik??~
240308@ Meja kecil, 5:49 a.m, dalam sejuk, dengan hati bagai mau pecah


~ 0 comments

~Berlari Jauh~




Pada tabir angin...
Pada jendela senja...
Pada bayu sayu...
Inginku titipkan..
Yang aku ingin lari...

Biar jauh...
Biar berbatu...
Dalam tiap hela nafasku..
Aku rasa penat..
Lelah berperang dengan perasaan...

Dan membenci bukan pilihanku..
Membelakangi bukan diriku...

Biar larianku perlahan..
Asal aku mampu berlari jauh..

Biar jatuh tersungkur...
Asal aku jauh...
Dari kamu...

~ Sunday, June 8, 2008 3 comments

~Sakit~




Paling sakit...
Bila perit datang menjengah..
Bila sedih jatuh tak terludah..
Bila benci jadi serapah..
Dan bila kata berhentilah..

Paling perit...
Bila kata bagai hampas..
Bila rindu tinggal bekas..
Bila pinta sakit hilang lekas...
Dan bila tanpa sebab dipangkas..

Hilang rindu tinggal sakit..
Hilang sayang tinggal perit..
Mungkin itu yang terbaik?

~ 0 comments

~Hanya Untuk Kamu~




Andai esok tiada lagi,
Ingin aku lari ke sisi,
Di suatu sudut terpencil,
Membisikkan satu lagu,
Hanya untuk kamu

Bila ada rasa sedih,
Bila rasa sedikit pedih,
Beri aku sedikit ruang,
Beri aku sedikit peluang,
Ubati
Hanya untuk kamu

Aku ada disini,
Hanya untuk kamu,
Aku disini menunggu,
Hanya untuk kamu,

Bila esok tak siapa tahu,
Dan hari ini hanya begitu,
Aku senyum bagai mentari,
Tetap dan akan menunggu kamu,
Hanya untuk kamu

~ Wednesday, April 23, 2008 0 comments

~Kawan Paling Baik~



Hari ini,

Saya bercerita kisah semalam,

Sebab yang tinggal hanya memori,

Cerita saya dan awak.



Hari ini,

Saya tanya orang,

Kata mereka saya gila,

Kalau gila warasnya bagaimana?



Saya buka peluang,

Untuk satu penjelasan,

Malangnya saya gagal,

Kata mereka saya masih begitu,

Gilakan awak.



Kata orang, cinta macam bunga,

Satu saat kembang bermusim,

Satu saat lagi layu kering.



Hari ini,

Saya tengok bunga itu kering,

Saya tak nak bajai lagi,

Untuk apa?

Kalau sekadar saya yang membaja,

Tapi bunga tak mahu hidup sendirinya.



Saya suka awak,

Sebab awak baik,

Sebab awak teman sedih,

Suka,gembira, nangis, ketawa

Suka itu hanya suka.



Tapi nanti,

Kalau ada yang datang,

Saya nak dia macam awak,

Baik macam awak.



Awak kawan saya,

Kawan paling baik.

~ 2 comments